Wednesday, November 16, 2011

Kendala-Kendala Dalam Menjalankan Peluang Usaha

Dalam menjalankan peluang usaha yang sudah saya tulis pada judul sebelumnya yaitu keripik "maicih" terdapat kendala-kendala dalam proses penjualannya. Kendala-kendala tersebut adalah banyaknya pesaing-pesaing keripik yang menggunakan sistem produksi maupun sistem pemasaran dan penjualannya mengikuti maicih. Walaupun dalam rasa dan kemasan yang berbeda, namun tetap saja mereka sudah membuat pasar keripik maicih berasa menurun. Pesaingnya antara lain, keripik karuhun, markonah, ma erot dll. Dengan harga yang sama semua, mereka sudah dapat menarik perhatian para konsumen.

Menurut saya, cara yang tepat dalam menghadapi itu semua adalah dengan sedikit merubah cara pemasaran dari keripik maicih. Dengan cara itu diharapkan keripik maicih masih dapat diterima oleh para pecintanya, termasuk para anak-anak muda di Indonesia.

Sunday, October 2, 2011

MEMBACA PELUANG USAHA


Usaha yang menurut saya patut menjadi pembahasan adalah usaha keripik “MAICIH” yang sedang trend atau mewabah di kalangan anak-anak remaja. Dari mulai konsep penjualannya hingga konsep produksinya sangat menginspirasi kita sebagai anak muda untuk menciptakan usaha-usaha lainnya. Keripik maicih ini mula-mula berasal dari kota Bandung. Lalu menyebar ke kota-kota lainnya melalui jaringan sosial seperti Twitter dan Facebook. Keripik maicih sendiri sebenarnya tidaklah berbeda dengan keripik-keripik pedas lainnya, namun yang membedakan mungkin dari konsep produksinya yang meyediakan keripik dengan rasa pedas mulai dari level 1-10, yang dari biasa saja hingga yang pedas luar biasa. Dan harganya pun sangat terjangkau. Proses pemasaran yang dilakukan melalui dunia maya ini sangatlah ampuh, sehingga banyak orang yang penasaran untuk mencoba terutama anak-anak muda jaman sekarang. Penjualannya dilakukan sangat unik, para penjualnya atau sering disebut “ichiers” yang berada di berbagai kota inilah yang membantu memasarkan keripik maicih ini. Mereka memberikan info “gentanyangan” yang maksudnya menjual di suatu tempat dengan menggunakan mobil. Info tersebut bisa dibaca lewat twitter maicih, bahkan sampai menyebar lewat Blackberry Messanger (BBM). Itulah yang membuat anak-anak remaja menjadi sangat penasaran. Oleh sebab itu, konsep maicih yang membuat konsumen yang datang mencari mereka sesuai dimana mereka sedang “gentayangan” itulah yang patut kita acungin jempol. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan penjual yang selalu menghampiri pembeli, tapi ini sebaliknya, para konsumenlah yang heboh berburu maicih. 

kemasan maicih


Target pasar yang dipilih adalah para anak-anak muda, itu juga salah satu hal yang membantu proses pemasaran maicih itu sendiri. Melalui mulut ke mulut, maicih menjadi semakin terkenal. Usaha yang sangat menginspirasi :D

Friday, June 10, 2011

CV

MARIA SEKOLASTIKA YAYAH MARCELINA
BTN Tanah Baru H3 No.1
Rt.002 rw.009 Kota Bogor 16154
Phone. 0898 9414 919


21 May 2011

To:
HRM CAP LANG

Dear Sir/Madam,

I am writing to apply for SPG position in your event at Pekan Raya Jakarta 2011, as I am very interest to work on your event.

I am 19 years old, single and I graduate from Budi Mulia Senior High School, Bogor.

Now I am a college student from GUNADARMA University, Economic Management

I am a good person, I like working in a team and discipline.

Herewith I attach my current CV and related Certivicate for your kind consederation.

Thank you and I am looking forward to hearing from you.



Sincerely Yours ,




Maria Sekolastika







CURRICULUM VITAE


Full Name : Maria Sekolastika Yayah Marcelina
Place & Date of Birth : Tangerang, March 25th 1992
Religion : Katolik
Status : Single
Height : 172
Weight : 45
Nationality : Indonesia
Address : BTN Tanah Baru H3 No.1
RT.002 RW.009, Bogor 16154
Contacs : 0898 9414 919
E-mail Address : maria.sekolastika@yahoo.com
University : GUNADARMA
Address of University : Margonda, Depok


Formal Education :
1. 1998-2004 Budi Mulia, Bogor Explementary School
2. 2004-2007 Budi Mulia, Bogor Junior High School
3. 2007-2010 Budi Mulia, Bogor Senior High School

Tuesday, May 10, 2011

Traditional Market and Modern Market (Softskill)


The definition of the market is always limited by the assumption that states between the buyer and the seller must meet in person to make buying and selling interaction. However, the notion is not entirely correct because as technology advances, the Internet, or even just with the letter. Buyers and sellers do not meet directly, they may just be in a different place or far apart. That is, in the process of market formation, just required a seller, buyer, and the goods are bought and sold and the existence of an agreement between seller and buyer. Examples of markets that is the traditional market and modern market.
Traditional markets are a meeting place for sellers and buyers and sellers are marked with the transaction the buyer directly and there is usually a process of bargaining that occurred.
Most selling daily necessities such as food ingredients in the form of fish, fruit, vegetables, eggs, meat, fabrics, garments, electronic goods, services and others. In addition, some are selling cakes and other items. Markets like these are still commonly found in Indonesia, and are generally located near residential areas and villages to facilitate buyers to reach the market. The negative side of traditional markets is a situation that tends to dirty and shabby so many people are reluctant to shop there. Some traditional markets are "legendary" among other Beringharjo in Yogyakarta, Klewer market in Solo, Johar market in Semarang. The traditional markets in Indonesia continue to try to survive the "attack" of the modern market.
Modern market is not much different from traditional markets, but the market sellers and buyers of this type are not directly bertransakasi but buyers see the price tag listed in item (barcode), located in the building and the ministry conducted independently (supermarkets) or be served by a salesman. The goods are sold, other food ingredients like food, fruits, vegetables, meat, most of the other items sold are items that can last a long time, such as plates, cups, knives, fans, and others.
Unlike traditional market which is identical with a dirty environment, the opposite of modern markets. Therefore, people now tend to choose modern markets as places to shop in order to meet daily needs. An example of a modern market are supermarkets, hypermarkets, supermarkets, and mini market.